Sunday, June 24, 2012

Salah. Naik. Angkot.

Beberapa hari yang lalu, gue lagi telpon-telponan sama cowok gue di Phoenix, dia (yang memang bule alay) dengan bangganya, ngomong gini ke gue (dalam bahasa Inggris);
Dia: Eh, tadi aku abis diwawancarain dong.
Gue: Ama siapa?
Dia: Sama radio gitu, kan band aku masuk radio tadi.
Gue: Terus kamu ngomong apa aja?
Dia: Ga ngomong apa-apa, vokalisnya kan si ****, aku kan cuma gitaris, jadi cuma nama aku aja yang disebutin.
Gue: ...

Dia emang salah satu contoh bule paling norak langit bumi.
Walaupun percakapan selanjutnya kita cuma ngocol-ngocolan, tapi seperti biasanya, kalo kita udah telpon bisa berlangsung 2 jam. Dan akhirnya, momen itu harus berakhir ketika Oma gue teriak "Kedonn, ini ada telpon!"
Gue dengan masih megang henpon dan ditempelkan di kuping bilang, "Dari siapa?"
"Lia" jawab Oma gue.

Lia? Satu-satunya orang yang gue kenal bernama Lia, adalah kakak sepupu gue. Ada sih, Mba-mba di Alfamart depan sekolah, nametag-nya Lia. Tapi ngga mungkin banget dia dapet nomer gue dan Oma gue kenal sama dia.
Gue ambil telponnya, dan memutuskan hubungan telpon dengan pacar gue sambil say goodbye.

"Halo?" gue jawab, rada takut-takut juga, siapa tau itu beneran Mba-mba Alfamart.
"Halo, Don, lu dimane?" jawab suara perempuan di seberang sana, "Gue lagi di rumah di Jakarta nih. Udah lama gue disini" lanjutnya.
Mendengar logat bicara dan tingkat keakraban suara, dia adalah sepupu gue.
"Terus?" gue jawab ga acuh.
"Nonton yu!"
"Ok, jam setengah empat gue jemput"

Setelah janjian kita berdua ketemuan dan langsung naek angkot ke tempat tujuan kita.
"Kita naek apa?" tanya dia, yang notabene orang Bekasi, jadi ga tau jurusan angkot deket rumah gue.
"Naek mobil **, yang warna merah" jawab gue dengan tingkat kesotoyan dewa.
"Oh, yaudah, tuh mobilnya. Naek yo!"
Kita berdua dengan tampang tak berdosa sudah duduk manis didalam angkot. Sampai tiba-tiba wajah gue berubah panik saat angkot belok kearah yang berlawanan dari tempat tujuan kita.
"Ini mau kemana?" tanya gue pelan.
"Lah, kita kan mau ke Mall G*****?"
"Kayanya kita salah naik angkot deh" jawab gue ragu.
Kita langsung teriak panik "Bang, kiri, bang" dari dalam mobil. Sebodoamat deh, apa yang ada di pikiran penumpang laen. Gue kurang hapal jurusan angkot, walopun gue udah sering jalan-jalan. Tapi, biasanya gue naek mobil ato motor. Tingkat otak gue emang cuma bisa ngapal ABCD doang, gabisa ngapal jalan.

Dan, ditengah jalan akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke Mall dideket rumah gue -dan gajadi nonton. -,-"
Di pintu masuk, kita berdua yang emang berjiwa ibu-ibu krimbat, ngeliat spanduk iklan bertuliskan;
'Creambath Rp.10.000,-'
Kita langsung teriak banci, "Ah, ya ampun, itu krimbat. Ayo, Don!"

Dan berakhirlah, dua wanita dengan status LDR  nyalon.
Diperjalanan pulang, terjadi hal yang sama. Kayanya emang kita berdua punya masalah dengan angkutan umum warna merah dengan Salah. Naik. Angkot.

No comments:

Post a Comment

Unyu maksimal

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket