Jadi akhir-akhir ini gue suka sama EXO. Entah mulai darimana, yang jelas gue mulai menggilai satu membernya, yaitu Sehun, lalu dari Sehun gue mulai menggilai semuanya satu per satu. Sehun, Kyungsoo, Chanyeol, Kai, Suho, Lay, Xiumin, Baekhyun, Chen, Tao, bahkan sampe 2 member yang udah keluar pun gue suka. Gw suka konsep grup ini, 12 cogan dari luar angkasa dengan kekuatan super yang berbeda-beda. Lalu gue terpesona.
Dengan tampang mereka, dengan tingkah konyol mereka, dengan kebiasaan-kebiasaan mereka diatas panggung. Semuanya. Gw terpesona sampe lupa bahwa gue udah dimilikin sama 15 cowo di grup yang berbeda.
Leeteuk-oppa pernah bilang gini di Star Golden Bell, "Kalian tidak perlu bersama kami dari awal, kalian hanya harus menemani kami sampai akhir."
Gue inget ketika itu gue ngerasa, 'Forever, selamanya akan bersama Suju, gaakan pernah pindah fandom, gaakan pernah ngedahuluin grup lain selain Suju. Karna mereka adalah awal, alasan gue menghargai musik K-pop, alasan gue tau apa arti kesetiaan, kekeluargaan, kebersamaan, cinta. Kenapa gue bisa menghargai keputusan Bokap untuk pergi adalah karna Heechul bisa ngehargain Hangeng untuk pergi. Alasan gue rajin ke gereja karna gue tau Siwon dan Yesung akan bangga ngeliat penggemarnya rajin ibadah. Ketika gue jadi ketua dalam suatu kelompok gue selalu berusaha sebijak mungkin terhadap anggota gue karna gue tau Leeteuk begitu. Alasan gue suka masakin dan ngerawat Aji ketika dia sakit adalah karna gue tau Ryeowook juga. Gw suka protektif ke temen-temen gue karna Kangin nyontohin gitu. Gw suka jailin temen-temen gue nyontohin Kyuhyun. Gw setia sama apa yang gue pilih ngikutin EunHae, Kibum dan Hangeng. Gw berani dan percaya diri kaya Shindong.
Gw jadi diri gue yang sekarang dibentuk karna gue suka Suju. Mereka secara ga sadar adalah panutan gue, patokan dalam segala hal yang gue lakuin. Tapi kemudian gue suka hal lain dan meninggalkan pegangan gue. Gue sadar gue berubah sedikit demi sedikit. Gue jadi diri gue sebelum gue kenal Suju dan Taylor Swift. Gw jadi rebel, stalker, dan terobsesi akan satu hal.
Sampe suatu malem, gue lagi trolling di twitter, terus liat postingan Heechul, bahwa mungkin Super Junior akan sibuk sendiri-sendiri. Banyak komentar berisi asumsi-asumsi ELF saat itu, tapi satu asumsi gue (dan banyak juga yang berasumsi sama kaya gue) kalo Suju akan berhenti. Entah berhenti jadi satu grup, entah berhenti dari dunia entertainer. Hati gue sakit banget gila bacanya.
Lalu postingan selanjutnya adalah tautan ke blog pribadi Heechul. Bahwa dia kangen 2009.
Gw inget 2009 adalah masa Suju diatas langit. Ketika Hangeng masih jadi Hankyung. Ketika Kim Ki Bum adalah Kibum. Ketika angka 15 adalah hasil penambahan 13+2 yang mutlak. Ketika ELF dan biru safir berada disisi yang sama. Ketika pegangan itu masih erat.
Tapi sekarang banyak yang sudah lelah, terlalu lama pegangan itu tidak pernah sempurna, sudah 5 tahun, dan pegangan itu mengendur. Sekali lagi karna lelah dan jenuh.
Gw masih suka berkhayal, 10 atau 20 tahun kedepan, bagaimana hubungan ELF dan Suju? Masih samakah? Atau seperti gue yang selalu bayangkan; satu sisi mau pindah ketempat lain, lalu ketika hendak berangkat dia melihat satu kotak usang tidak tersentuh berisi banner konser, stik biru safir, poster dan CD yang sudah menguning; dan sisi yang lainnya sedang sibuk dengan dunia mereka tapi menjadikan gambar berwarna biru safir bertuliskan ELF sebagai wallpaper handphone dan mengenang kumpulan anak-anak penggemar mereka lewat foto-foto di internet?
Mungkin.
Atau mungkin kita semua lelah dan jenuh. Kadang gue mikir, udah terlalu lama lingkaran pegangan itu mengendur, harusnya di pisahkan saja semua. Daripada tidak pasti terus. Tapi gue juga inget janji gue, 'never leave, because family never leave.'
Kami akan menunggu, sebentar lagi. Kami janji.
Sparkling Twilight
Because All Things Bright and Beautiful
Thursday, April 2, 2015
Monday, October 20, 2014
Pelari Bersuara Emas
Pelari yang Bersuara Emas
BIOGRAFI EDO KONDOLOGIT
BAHASA INDONESIA
SMK STRADA III
Kelompok: Vini Feronika & Sarah Nilawati
Ehud Eduardo Kondologit adalah nama lengkap pria asli Sorong, Papua yang lahir pada 5 Agustus 1967 ini. Edo. Begitulah orang biasa menyapanya di Jakarta. Berbekal mimpi menjadi seorang pelari, Edo merantau di Jakarta dan mencoba peruntungannya.
Januari 1989 adalah kali pertama Sdr. Edo memulai perjalanan menuju Jakarta, dengan menaiki kapal selama lima hari dari Sorong dan menginjakkan kaki pertama kali di Jakarta pada tanggal 20 Januari 1989. Tujuan Edo datang ke Jakarta awalnya ingin menjadi seorang pelari, mengikuti lomba lari nasional. Perlombaan lari pertama yang diikutinya adalah lomba yang disponsori oleh Tabloid Bola di stadion Madya, Senayan. Edo sempat merasa bangga terhadap dirinya, karena dia saat itu ditempatkan di barisan terdepan dengan pelari-pelari nasional lainnya.
"Saya mulai terdepan ketika bunyi pistol, tapi pas finish dibelakang lagi. Jadi yahh nggak menang-menang. Modal nekat aja emang waktu itu." Ujarnya dengan tawa.
Sdr. Edo juga berkata saat itu memang hanya bermimpi dan modal nekat saja, tqnpa keahlian sama sekali.
"Tapi tujuannya tercapai, karena datang ke Jakarta benar-benar hanya ingin jadi pelari, dan ingin liat Monas saja."
Seperti pendatang dari daerah lainnya, Edo hanya ingin melihat Monas dan puncak emas yang sering didengarnya di televisi.
Sewaktu Sdr. Edo menetap di Bekasi, dia sering menaiki bus yang melewati Monas untuk sekedar melihat saja.
Setelah gagal menjadi pelari, Sdr. Edo sempat bingung apalagi kegiatan yang akan ia lakukan di Jakarta. Dia akhirnya memutuskan untuk menetap dan tinggal, dengan itu harus cari uang untuk biaya sehari-hari, mulailah dia be kerja. Pekerjaan pertamanya adalah sebagai kuli di daerah Ciketing, Tambun, Bekasi. Dan ketika ada waktu senggang atau sedang libur kerja sebagai kuli, dia akan mengamen bersama seorang temannya yqng bernama Zefta di daerah Pulo Gadung - Blok M.
Dan suatu kali, dia bertemu temannya yang dikenalnya dikapal yang dia naiki ketika pertama menuju Jakarta. Orang Semarang bernama Rahmat, dia diajak oleh Sdr. Rahmat ini untuk bekerja di daerah Kelapa Gading, dan setelah dirasa cocok, Edo diterima bekerja sebagai hansip di apartemen di daerah sana. Sebagai hansip, Sdr. Edo bekerja mulai pukul 11 malam - 5 pagi disana. Dengan gaji Rp. 35.000/bulan.
Dan ketika tempatnya bekerja membuka restoran cabang di daerah Kemang, Sdr. Edo akhirnya memutuskan untuk mengambil pekerjaan sebagai gardener (tukang kebun) disana, pukul 06.00-08.00 bekerja sebagai tukang kebun, pukul 09.00-sampai selesai berganti peran menjadi Satpam di Kemang dengan gaji Rp. 125.000/bulan.
Dia menceritakan, tiap akhir pekan, ditempatnya bekerja selalu ada live music. Dengan modal dukungan dari teman-teman dan manajer tempatnya bekerja, dia hendak bernyanyi di acara itu.
Band pengiringnya pun akhirnya memberikan daftar lagu-lagu yang harus dipelajarinya. Dengan memakai sedikit uang tabungannya, berangkatlah Sdr. Edo ke Blok M untuk membeli Walkman. Semakin terasahlah talenta tersembunyi yang dimilikinya.
Pada tahun 1992, ada sebuah ajang Cipta Pesona Bintang, ketika menghadiri ajang itu, Edo membawakan lagu Overjoyed - Stevie Wonder. Dengan juri Rita Nasution, Edo pernah menjadi grogi dan takut ketika namanya dipanggil, tapi dia sangat terkejut dan bersyukur setelah mengetahui dia lolos.
Pada Juni 1992, Edo mengikuti tes Asia Bagus dan ternyata lulus lagi, dan setelah itu, Edo mulai lebih sering masuk televisi dan membuat acara Senandung Serumpun di Malaysia dan Brunei, dibawa ke festival di Perancis, ke Romania lalu gabung dengan backing vocal Ruth Sahanaya dan ikut tur ke Amerika.
Tahun 1999, dibawa Ny. Pattikawa ke festival Voice of Asia of International di Kazakhstan, dan disana Edo mendapat juara 1.
"Jadi apa yang saya alami, sampai hari ini, Puji Tuhan. Tuhan memberikan rencana yang panjang dan indah, sekarang saya sudah punya rumah sendiri di daerah Bintaro."
Edo pun sekarang sudah memulai kegiatan dan kehidupan di dunia politik dan mencalonkan diri sebagai Caleg di Prov. Papua.
"Apa yang sudah saya alami tidak begitu saja terjadi. Ada harga yang harus dibayar untuk berdiri disini, bahkan untuk duduk disini sekarang berbicara dengan kamu. Tuhan sudah merwncang semuanya, dan saya percaya bahwa kesuksesan tidak dicapai secara instan." Ujarnya, "Jadi kepada adik-adik semua, jangan berhenti bermimpi, dan kerja keras itu dijalani." Katanya lagi hangat.
Saturday, June 14, 2014
Untuk Keluarga Sempurnaku di Sekolah.
Halo teman-teman! Gimana nilai rapot kalian? Baguskah? Sori hari ini aku gabisa ke sekolah, tapi satu yang aku denger kita bertujuh naik semua!!! Yeayy!!!
Aku mau cerita sama kalian sesuatu.
Siang ini aku dapet tamparan keras dari Oma. Secara harfiah. Oma bilang dia kecewa sama aku dan marah. Aku kaget pas Oma bilang nilai aku turun. Drastis. Aku dapet peringkat 14 setelah sebelumnya peringkat kedua.
Awalnya aku pikir ada yang salah. Pasti ada yang salah. Entah itu Bu Nina yang salah nulis, atau guru-guru mata pelajaran yang ngasih salinan nilai yang salah, atau nilai aku ngga kecatet dan pada akhirnya mereka kasih nilai pas KKM.
Awalnya aku pikir gitu.
Sampe aku sadar kalo ini ga mungkin ada kesalahan. Ini nilai rapot, diisi dengan hati-hati, penuh perasaan dan teliti. Jadi pasti letak kesalahannya ada di faktor lain.
Aku mulai menyalahkan segala macam permainan yang ada di android Om-ku.
Aku mulai menyalahkan Taylor Swift.
Aku mulai menyalahkan Ed Sheeran.
Aku mulai menyalahkan Super Junior.
Dan aku mulai menyalahkan kalian.
Aku mulai menyalahkan kalian yang selalu ngajak aku bercanda, ngobrol, tidak memotivasi dan membawa aku perlahan ke Sarah yang dulu. Sarah yang cuek pelajaran, males, dan ga peduli nilai.
Kemudian aku ngunci diri dikamar. Sendirian dan mikir, mulai nenangin diri. Dan setelah hampir satu jam, aku bisa mulai bisa berpikir dengan kepala dingin, dan BAM!
Aku tau dimana letak kesalahannya.
Aku yang salah. Aku yang membiarkan semua ini terjadi. Aku yang gabisa ngontrol keadaan.
Kalian masih inget ga beberapa hari yang lalu aku pernah ngediemin kalian? Itu aku lakuin supaya kalian ngejauhin aku, supaya kalian marah dan akhirnya benci sama aku. Tapi aku gagal. Karena aku gabisa ga ketawa ketika kalian ketawa.
Jadi rencananya aku ganti. Aku akan ngomong langsung disini. Aku tau ini ngga bener-bener ngomong langsung, aku cuma bisa nulis disini, dan aku harap kalian ngerti aku bukan orang yang jago ngomong, aku lebih ahli menulis, memang.
Jadi intinya aku akan jauh.
Aku akan menjauh dari kalian.
Aku ga akan menjadi bagian dari W.A.F lagi. Ga akan ada lagi ucapan anniversary tiap tanggal 18, ga akan ada lagi ucapan 'happy sunday' tiap minggu, dan aku ga akan menjadi bagian kegiatan menyenangkan yang biasa kita lakuin.
Tapi aku akan ada. Aku akan tersenyum kearah kalian, aku akan bahagia ketika kalian bahagia, aku akan menghargai kalian lebih lagi.
Anggaplah jika kalian mengadakan pesta, aku bukan lagi salah satu tamu teristimewa lagi yang akan ada di pesta itu sampai tengah malam. Aku hanya tamu biasa, yang akan datang tepat waktu, memberikan selamat, kemudian pulang.
Aku sangat sangat sangat amat sangat sayang sama kalian. Kalian adalah sekelompok orang yang sudah membuat aku bangkit dan semangat lagi setelah terjatuh dalam masalah SMK yang sebelumnya. Kalian adalah orang-orang yang akan aku dengan bangga bilang 'teman'. Dan hal seberharga itu tidak akan pernah bisa aku bayar dengan apapun.
Tapi aku harus melakukan ini. Seberapapun pedulinya aku sama kalian, aku harus buat Oma-ku bahagia terlebih dulu.
Jadi aku harap kalian mengerti dan mau menerima keputusanku.
Terima kasih Echa, Pini, Sure, Eteng, Iti, Olla atas semuanyaa.
Teman kalian selamanya,
Kedonn~
Ps. Tetep panggil aku Kedonn yah?
Aku mau cerita sama kalian sesuatu.
Siang ini aku dapet tamparan keras dari Oma. Secara harfiah. Oma bilang dia kecewa sama aku dan marah. Aku kaget pas Oma bilang nilai aku turun. Drastis. Aku dapet peringkat 14 setelah sebelumnya peringkat kedua.
Awalnya aku pikir ada yang salah. Pasti ada yang salah. Entah itu Bu Nina yang salah nulis, atau guru-guru mata pelajaran yang ngasih salinan nilai yang salah, atau nilai aku ngga kecatet dan pada akhirnya mereka kasih nilai pas KKM.
Awalnya aku pikir gitu.
Sampe aku sadar kalo ini ga mungkin ada kesalahan. Ini nilai rapot, diisi dengan hati-hati, penuh perasaan dan teliti. Jadi pasti letak kesalahannya ada di faktor lain.
Aku mulai menyalahkan segala macam permainan yang ada di android Om-ku.
Aku mulai menyalahkan Taylor Swift.
Aku mulai menyalahkan Ed Sheeran.
Aku mulai menyalahkan Super Junior.
Dan aku mulai menyalahkan kalian.
Aku mulai menyalahkan kalian yang selalu ngajak aku bercanda, ngobrol, tidak memotivasi dan membawa aku perlahan ke Sarah yang dulu. Sarah yang cuek pelajaran, males, dan ga peduli nilai.
Kemudian aku ngunci diri dikamar. Sendirian dan mikir, mulai nenangin diri. Dan setelah hampir satu jam, aku bisa mulai bisa berpikir dengan kepala dingin, dan BAM!
Aku tau dimana letak kesalahannya.
Aku yang salah. Aku yang membiarkan semua ini terjadi. Aku yang gabisa ngontrol keadaan.
Kalian masih inget ga beberapa hari yang lalu aku pernah ngediemin kalian? Itu aku lakuin supaya kalian ngejauhin aku, supaya kalian marah dan akhirnya benci sama aku. Tapi aku gagal. Karena aku gabisa ga ketawa ketika kalian ketawa.
Jadi rencananya aku ganti. Aku akan ngomong langsung disini. Aku tau ini ngga bener-bener ngomong langsung, aku cuma bisa nulis disini, dan aku harap kalian ngerti aku bukan orang yang jago ngomong, aku lebih ahli menulis, memang.
Jadi intinya aku akan jauh.
Aku akan menjauh dari kalian.
Aku ga akan menjadi bagian dari W.A.F lagi. Ga akan ada lagi ucapan anniversary tiap tanggal 18, ga akan ada lagi ucapan 'happy sunday' tiap minggu, dan aku ga akan menjadi bagian kegiatan menyenangkan yang biasa kita lakuin.
Tapi aku akan ada. Aku akan tersenyum kearah kalian, aku akan bahagia ketika kalian bahagia, aku akan menghargai kalian lebih lagi.
Anggaplah jika kalian mengadakan pesta, aku bukan lagi salah satu tamu teristimewa lagi yang akan ada di pesta itu sampai tengah malam. Aku hanya tamu biasa, yang akan datang tepat waktu, memberikan selamat, kemudian pulang.
Aku sangat sangat sangat amat sangat sayang sama kalian. Kalian adalah sekelompok orang yang sudah membuat aku bangkit dan semangat lagi setelah terjatuh dalam masalah SMK yang sebelumnya. Kalian adalah orang-orang yang akan aku dengan bangga bilang 'teman'. Dan hal seberharga itu tidak akan pernah bisa aku bayar dengan apapun.
Tapi aku harus melakukan ini. Seberapapun pedulinya aku sama kalian, aku harus buat Oma-ku bahagia terlebih dulu.
Jadi aku harap kalian mengerti dan mau menerima keputusanku.
Terima kasih Echa, Pini, Sure, Eteng, Iti, Olla atas semuanyaa.
Teman kalian selamanya,
Kedonn~
Ps. Tetep panggil aku Kedonn yah?
Sunday, December 29, 2013
Ehhmm... Should I say more sorry?
Halo. *nyengir lima jari*
Hell yeah, just wanna say Merry Christmas 2013 and Happy New Year 2014. Keep strong, better, and make happiness all over your life.
Gue udah BERBULAN-BULAN ngga update, dan itu bukan hal yg bisa dengan mudah dimaklumi. Mengingat gue udah pindah sekolah dan tidak sesibuk sebelumnya. Ini sepenuhnya adalah faktor kemalasan saya membuka blog dan bingung apa-yang-harus-ditulis-setelah-berbulan-bulan.
Still, just wanna say I'm happy with my life now.
I really do.
Hugs and butterflies kisses,
Kedonn~
Hell yeah, just wanna say Merry Christmas 2013 and Happy New Year 2014. Keep strong, better, and make happiness all over your life.
Gue udah BERBULAN-BULAN ngga update, dan itu bukan hal yg bisa dengan mudah dimaklumi. Mengingat gue udah pindah sekolah dan tidak sesibuk sebelumnya. Ini sepenuhnya adalah faktor kemalasan saya membuka blog dan bingung apa-yang-harus-ditulis-setelah-berbulan-bulan.
Still, just wanna say I'm happy with my life now.
I really do.
Hugs and butterflies kisses,
Kedonn~
Wednesday, June 12, 2013
Hayden Patrol Malfoy (Dramione)
"Nghhh!" Teriakan tertahan menggema diruangan
putih itu, seorang wanita bersurai coklat bergelombang (yang biasanya tertata
rapi, tapi tidak sekarang) itu terus berusaha walaupun rasanya sudah tidak ada
tenaga.
"Bagus, Hermione! Sedikit lagi!" Seru Cho Chang,
dokter muda sekaligus teman Hermione Jane Malfoy —nama wanita yang sedang diantara
hidup dan mati itu— semasa di Hogwarts itu terus menyemangati.
"Ayo, Mione! Kau bisa!" Sesosok pria berambut
platina acak-acakan tengah menggenggam tangan istrinya, Hermione. Draco Lucius
Malfoy mengernyit sakit ketika dirasanya cengkraman tangan istrinya terlalu
kencang.
"Nghhhh! Hah...hah...hah..." Mrs. Malfoy itu terengah-engah,
tinggal sedikit lagi.
"Hyaaa! FERRET PIRANG SIALAN!!!!!!! APA YANG KAU MASUKAN
KE PERUTKU?!!!!!" Teriaknya penuh perasaan sambil menjambak rambut pirang
terang kebanggaan suaminya.
"Argh! Hermione!" Keluh Draco merasa perih
dikepalanya setelah menerima jambakan maut istrinya.
Bersamaan, terdengar tangisan bayi dari bawah sana.
"Selamat Hermione, Draco, anak kalian laki-laki!"
Seru Cho Chang kegirangan, dia berlalu memandikan bayi mungil itu.
"Laki-laki lagi ya? Kukira akan perempuan..."
Gumam Draco.
"Bukankah bagus? Scorpius akan senang punya teman
bermain." Sahut Hermione. Kekehan terdengan dari kepala keluarga Malfoy
ini, "Kurasa begitu."
"Draco, Hermione, anak kalian..." Cho Chang
menyerahkan sebuah, eh, seorang bayi ke Hermione.
"Kau kuat? Biar aku saja." Kata Draco khawatir.
Biar bagaimanapun wanita ini baru saja mengeluarkan tenaga yang banyak sekali.
"Tidak apa, Drake." Gumam Hermione sambil
tersenyum simpul menatap bayinya.
"Jadi siapa namanya?" Tanya Hermione.
"Hayden. Hayden Patrol Malfoy."
.
.
Fluff super singkat pelepas stress. Sebenernya nama anak Draco itu Scorpius, tapi di suatu malam, gue bermimpi ngeliat Draco ngegendong seorang anak bayi terus diatas anak itu ada papan nama bertuliskan "Hayden Patrol Malfoy". Yah, biarpun ini Dramione sih, agak melenceng dari cerita yang dibikin sama bunda J.K. Rowling. Tapi bodoamat lah, gua kan sukanya sama Dramione, bukan Draco-Astoria... *angkat bahu* #gampared
Tallyho,
Kedonn
Subscribe to:
Posts (Atom)




