Friday, October 19, 2012

._.v

Gw bener-bener minta maaf banget. 

Karena udah sebulan lebih ga apdet. Yah, bayangin, gw sekolah pulang jam 3 sore, abis itu ngajar les (Iya, sekarang gw ngajar les Bhs. Inggris \\^0^//), trus belom lagi kalo ada kegiatan OSIS. 
So, gw ga janji kapan gw bakalan apdet lagi. 

Dan satu lagi, cerita Enchanted belom selese! Gw lagi kena WB!! jadi, untuk (kalo ada) yang nunggu, gw minta maaf banget. Ceritanya belom rampung.

So, tallyho,

Kedonn

Sunday, September 9, 2012

Enchanted part 10


“Bree, Ethan sedang di wawancara di sebuah radio sekarang!” Lizzie berteriak lantang dengan gaya berlebihan.
          “Benarkah?”
          “Benar! Kau harus mendengarkannya! Pasti interviewer tidak mau ketinggalan menanyakan tentang itu. Dia ada di Magnum Access”
          “Ok”
          Kunyalakan handphone dan memasang radio disana, mencari saluran tempat dia sedang di interview. Dan ternyata aku sudah ketinggalan. Wawancara sudah dimulai, mereka sedang melakukan game pick one ternyata.
Dan percakapan mereka berlanjut tentang rencana album barunya, alasan kenapa nama proyeknya Twilight, dan hal-hal bisnis lainnya. Aku tidak mendengarkan ceritanya, aku sudah tahu semua itu. Tapi aku mendengarkan caranya bercerita, suara tawanya, selembut beludru.
         
Jantungku berpacu cepat saat mendengar pewawancara bertanya
“Brielle?”
Dengan polos Ethan menjawab “Apa?”
“Kau tahu apa yang aku bicarakan” si pewawancara dengan pintarnya menggoda.
Hening beberapa saat.

          “Aku tidak akan memaksa jika kau tidak mau bercerita, tapi aku dengar lagunya, Enchanted, lagu yang baru beberapa jam lalu dirilis secara resmi langsung menduduki urutan pertama Billboard, adalah tentangmu. Benarkah?”
          “Ya, aku pikir itu tentangku”
          “Maukah kau bercerita awal ceritanya?”
          “Dia dan aku bertemu di salah satu konserku di LA, saat itu dia sedang berada disana untuk syuting film Vanilla Sun. Dia benar-benar gadis yang luar biasa”
          “I see it, dan kalau tidak salah her wonderful fragrance, Wonderstruck, juga terinspirasi darimu. Karena dilagu itu kita semua tahu ada kata wonderstruck disana”
          “Aku rasa tidak, parfum itu rilis sebelum dia bertemu denganku. Tapi, jujur, aku adalah salah satu pengguna kata wonderstruck
          “Jadi itu adalah kesamaan antara kalian?”
          “Kurasa begitu, kesamaan yang sangat unik”
          “Kesamaan yang sangat unik” si pewawancara menyetujui.
         
          Hening.

          “Apakah mungkin dia akan menjadi kekasihmu?”
          “Apa?” Ethan menjawab lalu terkekeh, “Entahlah, maksudku, yah aku tidak tahu”
          “Itu artinya ‘Iya’ kan?”
          “Aku juga tidak yakin akan hal itu, maksudku, saat ini dia adalah salah satu orang yang aku percaya. Salah satu orang yang aku yakin bisa menjadi bagian hidupku yang baik, teman. Tapi jika akan mengarah kesana, aku tidak tahu”
          “Apa kau punya pacar?”
          “Tidak”
          “Kalau begitu, kemungkinannya semakin besar”
          “Semoga saja” jawabnya menggantung.
          “Baiklah, kita selesai dengan Ethan Dawson a.k.a Twilight atau bisa dibilang dirinya sendiri. Goodbye everyone


Hanya itu? Tidak adakah balasan darinya? Balasan atas pernyataan terang-teranganku padanya bahwa aku terpesona padanya? Tidak adakah kisah lanjutannya?

“And so Cinderella was enchanted to meet The Prince
At the first sight
She thought that he is The One
But he doesn’t even look back to her
He just turns to his white horse
And go back to the castle”
-Kedonn


***



            Kubuka mataku, ini hari baru. Hari berpura-pura lainnya. Tidak ada jadwal baru yang akan kulakukan hari ini. Hanya kepura-puraan seperti biasanya.
Setelah mandi, aku langsung berangkat ke lokasi syuting. Aku menyapa Gale, tapi dia tidak menjawabnya, hanya tersenyum singkat dan berlalu. Kunaikkan alisku.

“Gale?” aku memanggilnya, ragu. Dia menoleh.
“Kau tidak apa-apa?”
Dia menggeleng, sekelebat tatapan ragu dimatanya muncul, tapi langsung lenyap begitu dia berkata dengan mantap, “Aku ingin bicara denganmu”
“OK, then…” aku menunggunya bicara.
Dia  menarikku menjauh dari beberapa kru yang kupingnya tiba-tiba memanjang. Dia membawaku kedalam trailer-nya. Hanya kami berdua disana.
“Apakah aku benar-benar ‘your elder brother’?
“Apa?” tanyaku bingung.
“Apakah kau benar-benar hanya menganggapku ‘kakakmu’?”
Dia menatapku sangat dalam, seolah mencari sesuatu. Apa Gale? Apa yang kau cari?
“Ya” jawabku singkat.
Dia tertawa, sungguh tawa yang ironis.
“Begitu?”
Dia tiba-tiba menatap mataku lagi.
“Tidak adakah rasa yang lebih padaku? Sedikitpun?”
Aku tidak mengerti kata-katanya, jadi aku hanya terdiam.
“Jawab aku, Brielle!” aku hampir jatuh tersentak karena seruannya.
Dia mencengkeram bahuku keras.
“Aku mohon, Brielle. Jawab aku” kali ini nada bicaranya lelah, putus asa. Lalu, lagi-lagi, dia menatap mataku.
“Aku mencintaimu” kata-kata dari mulutnya itu terdengar ragu, tapi mantap secara bersamaan. Aku membekap mulutku karena kaget.
          “Aku…” tidak ada suara yang bisa kukeluarkan.
          “Aku serius, Brielle”
          “Aku… bingung” bisikku “dan ragu”
          “Kau pikir aku mencintaimu karena kekayaanmu? Karena kecantikanmu? Karena kehebatanmu? Tidak! Aku jatuh cinta padamu karena caramu. Caramu mengatakan betapa bodohnya aku jika aku melakukan kesalahan, caramu mengingatkanku untuk makan setiap hari, caramu tertawa karena gurauanku. Aku jatuh cinta karena caramu!” jelasnya. Setetes air mata turun kepipiku. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
          “Dan karena itu, maukah kau, Brielle Allison Young, menemaniku melewati hari-hariku dengan menjadi kekasihku?”
          Kali ini aku tidak bisa berkata-kata, aku jatuh ke pelukannya. Pelukan Gale. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Bisakah aku menerimanya sementara hatiku dimiliki orang lain? Orang yang bahkan tidak peduli dengan rasaku padanya?
          “Brielle, I was enchanted to meet you. Maukah kau jadi pacarku?”
         Dengan ragu, aku memeluknya, makin erat. Tapi dia menggeram karena sedari tadi aku belum memberikan jawaban apa-apa.
          “Aku berjanji, aku akan menjagamu, membuatmu tersenyum, membahagiakanmu. Dan aku akan siap menyanyikan semua lagu yang kau nyanyikan untukku kelak. Aku akan membalasnya dengan segenap hatiku”
          Kali ini aku mengangguk, anggukan spontan yang tiba-tiba diperintahkan otakku. Aku tidak bisa mundur lagi sekarang. Dan sentuhan lembut dibibirku menegaskan segalanya.
          “Terima kasih, Brielle” jawabnya, tersenyum dengan sinar menyilaukan. Aku sangat menyayangi Gale, aku tidak tega mematikan sinar bahagia diwajahnya. Dia memberiku segalanya. Dan itulah yang aku butuhkan. Dia memelukku dengan lembut, seakan takut aku akan tiba-tiba pecah atau menghilang dari hadapannya.
Ini lebih baik, sangat lebih baik, daripada menunggu orang diluar sana yang tidak peduli pada perasaanku padanya.
Ya, resmi, aku berpacaran dengan Gale Martin.

***


I'm still alive!!!! Yeah, gue minta maaf karena ngga update disini. Dan gue juga banyak tugas (derita pelajar) :'(. Oh ya, makasih buat Mba 3us, cerita gue dibilang bagus loh!!!! Haha, thank you :*

~Kedonn

Friday, August 17, 2012

Enchanted part 9


Aku masih menatap takjub pada album itu, well, sebetulnya pada lagu itu dan pesan dibaliknya. Apakah itu benar-benar namaku? Bisa saja tentang orang lain yang kebetulan bernama Ethan, setahuku nama pacarnya dulu Justin Ethan George. Yah, mungkin memang tentang orang lain.
Aku ingin memastikan sendiri, apakah itu lagu  tentangku atau bukan. Ingin sekali aku mengirimi dia email atau meneleponnya, menanyakannya dan mengetahui semuanya.
Tapi siapkah aku?
Siapkah aku bicara saat dia mengangkat telepon itu? Siapkah aku mendengar suara lembutnya berbicara ‘Halo’ dengan ceria seperti biasanya?

“Tentu saja,Ethan! Kau harus melakukannya! Jangan mengurung diri terus, inilah saatnya. Kau harus melakukan sesuatu, Gadis Jatuh Cinta-mu sudah datang! Itu yang selama ini kau tunggu kan?” suara hatiku berseru memarahiku.
Baiklah, suara hati, kali ini aku mengikutimu. Karna faktanya, memang itulah yang aku inginkan selama ini. Menemui Gadis Jatuh Cinta-ku.

“Halo?” jawab suara diseberang sana. Bahkan suaranya terdengar seperti malaikat dan cantik.
“Ehhm… hai” sapaku balik, terdengar sangat gugup.

        “…”
“…”
   
Terjadi keheningan selama beberapa saat.

“Jadi… ada apa?” tanyanya.
“Tidak, aku hanya ingin menanyakan, bagaimana kabarmu hari ini?” Bodoh! Bodoh! Dasar sok keren! Kenapa tidak kau langsung tanyakan saja tentang lagu itu padanya! Kau idiot, Ethan!
Suara hatiku mengamuk lagi.
“Aku baik. Kau? Maaf jika aku membuatmu tidak nyaman karena lagu baruku itu. Sungguh, aku tidak bermaksud begitu”
“Jadi lagu itu benar-benar tentang…?”
“Yah, itu tentangmu. Tapi aku tidak bermaksud membuatmu tidak nyaman atau apa, hanya agar kau tahu. Sudah yah, aku harus mulai take”
Lanjutnya, dan dari suaranya dia tidak sedang berbohong untuk menghindari bicara denganku. Mungkin dia memang sedang terburu-buru.
“OK, see ya, then”
“Bye!”
“Bye!”
Hubungan telepon diputus.

Hati kecilku mulai ikut campur lagi.
“Kau harus melakukan sesuatu. Tunjukkan perasaanmu. Balas dia! Katakan padanya kau juga terpesona pada pandangan pertama! Katakan kau mencintainya!”
Membalasnya? Mampukah aku memberanikan diri mengakui semua itu? Baiklah, aku tahu apa yang harus aku lakukan.


Brielle’s POV

Reply

“Selamat datang lagi semuanya!” sapa Emma pada kami, para cast dalam film Vanilla Sun.
Setelah kesuksesan buku novelnya, kali ini kami para main-cast diundang ke acara Emma secara bersama-sama untuk membantu promosi film ini ketika selesai nanti.
Emma mengajak Alex dan Gale berbincang-bincang tentang peran masing-masing, barulah sampai di sekmen dimana giliran aku yang bicara.

Emma memandangiku beberapa saat, tersenyum penuh arti.
Aku membalas tatapan dan senyum Emma beberapa saat.
Awkward.

“Kurasa untuk this sexy cute lady, kita tidak mau membahas tentang perannya sebagai Dakota. Benar kan?” Emma bertanya kearah penonton.
Seruan “YES!!!!” membahana.
“Jadi, aku akan menanyakan hal lain”
Penonton, Alex, dan Emma tertawa. Tidak dengan aku dan Gale.
“Baiklah, Brielle, aku akan memainkan quick question untukmu. Jadi kau hanya tinggal menjawab Yes or No. Got it?”
“Alright” jawabku agak ragu.
“OK, kita mulai. Kau sedang terpesona dengan seseorang saat ini?”
“Yes”
“Kau punya pacar?”
“No”
“Owh, this cute lady still in the store, everybody! Kau membuatkan pria yang membuatmu terpesona sebuah lagu?”
“Yes”
“Enchanted?”
“Yes”
“Wonderstruck?”
“Yes”
“Apa kalian menjalin hubungan istimewa sekarang?”
“…”
“OK, next question” sergahku buru-buru.
“Alright, apa kau pernah berkencan dengannya?”
“Next!”
“Apakah mungkin dia akan jadi kekasihmu?”
“Next!”
“Baiklah, hanya itu, tapi kami semua tahu arti dari jawaban ‘Next’ adalah ‘Yes’”
Aku menganga dengan berlebihan kearah penonton dan membuat mereka semua tertawa.
“Baiklah, hanya itu, sweetheart. Kau akan berterimakasih padaku lain kali” gumam Emma.
“OK, fiuh…” jawabku, menyeka kening seakan banyak keringat disana. Aku tertunduk lagi, mencoba lari dari suara sorakan penonton. Bahkan ada yang berseru “Team Enchanted”, like, seriously? Team Enchanted? Cute.


“Kenapa kau selalu melakukan itu?” Emma berkata gemas padaku.
“Melakukan apa?”
“Yah, kau tahu, tertunduk setiap orang memuji, bertanya sesuatu pribadi? You know, it’s cute right?”
“Tidak, aku tidak melakukannya dengan maksud tertentu” jawabku, “Hanya sedang melihat tanganku, my dress, cincinku…” kataku bergumam sendiri.
“Cincin? Enchanted?” Emma mengernyit jahil.
Oh, shit!
Aku tersenyum penuh arti dan terdiam beberapa saat, malam ini semua ceritaku terbuka dengan lebar.
“Ok, itu benar-benar dari dia. So…” Emma terkekeh sendiri, penonton bersorak lagi. Aku menganga berlebihan.
“Bisakah kau ceritakan lagu itu? Atau kisah dibaliknya? Aku tahu kalau kau tahu, dia, the guy behind the song Enchanted, menyadari lagu itu untuknya? Karena semua orang mulai menduga hal yang tidak baik berlangsung…”
“Well, yeah, dia tahu bahwa lagu itu tentang dia. Entahlah, dia belum merespon apapun. Dan soal hal yang tidak baik itu, aku dan Gale berteman sangat  baik, he’s like my elder brother,” aku menyikut bahu Gale, “Dan… kau tahu, tidak ada orang yang berhak menilai apapun tentang kami, tentang persahabatan yang terjalin antarakami”
“Ok, jawaban yang sangat bagus”
“Dan kisah kalian, kau tahu siapa kalian yang kumaksud ‘kan, about Enchanted, kau mau menegaskan bahwa lagu itu tentang dia? You know, E-T-H-A...N?”
“Aku tidak mau menegaskan, aku tidak akan pernah menyebutkan tentang siapa lagu-lagu yang kutulis. Semakin orang bertanya nama dibalik kisah laguku, aku semakin tegas mengambil keputusan tidak akan menyebutkan nama secara jelas. Karena, kau tahu, sekali aku menyebutkan aku sedang terpesona atau berkencan dengan seseorang, itu tidak akan cukup. Mereka akan bertanya secara rinci. Jadi sejak pertama kali aku menulis lagu, aku akan menulis lagu tentang orang secara spesifik, tentang hidupku. Dan jika aku cukup beruntung untuk meneruskan karirku, aku akan terus melanjutkannya. Itu akan membuat orang-orang juga melanjutkan pertanyaan mereka tentang siapa lagu-lagu yang kutulis, dan akupun akan melanjutkan prinsipku untuk tidak pernah menceritakan secara rinci tentang siapa lagu itu”
“Right. Tapi lagu itu tentang dia”
“Bisa saja” jawabku menggantung.
“Ok, Brielle, jika sekarang kau aku tantang untuk menulis sebuah lagu tentang ceritamu saat ini, lagu itu akan jadi seperti apa?”
Menyadari maksud terselubung dibalik pertanyaan Emma, aku mendesis “Apa?”
Mereka tertawa lagi.
“Ok, we’re done with these hot casts. Thanks for watching, be kind of you to another. Bye”


-Kedonn

Sorry.

Maaf.
Gue cuma bisa bilang itu, abisan gue udah berabad-abad ga onlen PC.
*siap dilemparin tomat*
Kangen banget diriku padamu, my Sparkling Twilight... huhu...
*maaf atas keunyuan barusan*

Okeh, gw bingung mau ngapain, sekarang otak gue lagi stuck dan mumet sama pelajaran. Gue lagi sibuk lagi, tapi sibuk sekolah DENGAN NORMAL. Ga kaya dulu yang sibuk siaran.
(Derita gue..hiks...hiks...)
So, gue bakalan ngelanjutin nge-post (nge-post apa kek, yang penting gue aktif nulis sebelum otak gue bener-bener jadi bubur), gue akan mencoba ngelanjutin cerita gue yang entah sampe kapan (itu cerita yang ada di kepala gue sekarang muncul mulu, ga berenti-berenti, tapi karena keadaan, gue cuma nulis di notebook, ga gue posting), ngartiin lirik, atau apapun deh, asal gue tetep aktip.
So meet me here, girls!

Ps. Gw baru beli BB dong!

-Kedonn

Thursday, August 2, 2012

Enchanted part 8


Feeling

Ethan’s POV

Apa aku tidak salah dengar? Aku rasa tidak, karena suara panggilan Matt tadi saja aku bisa mendengarnya. Katy –kakakku sekaligus personel band pengiring, dan Jack yang sedang menonton bersamaku juga menganga begitu lebar. Itu artinya bukan hanya aku saja yang mengalami masalah dengan pendengaran.
Aku masih terdiam, melirik kearah Katy, seluruh keluargaku pun pasti menonton yang barusan, karena aku meminta mereka agar menontonnya. Melihat Gadis Jatuh Cinta-ku.
Aku sudah merasa Brielle adalah Gadis Jatuh Cinta-ku sejak pertama kali bertemu. Dia begitu bersinar dan membuat jalan yang dia lewati ikut bersinar.
Sedikit aneh memang, konsep Gadis Jatuh Cinta-ku sangat kekanakkan. Aku mendapatkan konsep ini dari seorang paman di kedai kopi yang telah menolongku waktu aku berumur 13 tahun. Dia telah menolongku saat aku tidak sengaja menumpahkan segelas kopi ke kemeja seorang kakek yang pemarah. Dia membayariku biaya untuk membersihkan kemeja kakek itu dan membelikanku kopi baru. Sungguh seseorang yang murah hati.
Setelah itu dia mengajakku berjalan, dan sebagai tanda terima kasih, aku membimbingnya berkeliling. Katanya dia sedang berlibur di kampung halamanku Owatonna, Minnesota. Dia sedang berlibur bersama istrinya dan putri semata wayangnya. Dia menceritakan banyak hal, termasuk tentang konsep itu dan bagaimana caranya menemukan Gadis Jatuh Cintanya sendiri. Cerita yang mengharukan.

“Ethan… itu tadi?” Katy mulai memecah keheningan.
“Aku tahu” gumamku masih menganga lebar.
“Katy, aku kira dia berbohong soal kencan dengan Brielle Young” gumam Jack. Jika aku tidak dalam keadaan sekaget ini, aku pasti sudah mendengus.
“Menurutmu? Ini berita besar! Brielle Young mengakui keberadaan Ethan! Untuk pertama kalinya, penyanyi sebesar Brielle mengatakan totally have a crush on someone. Di tv! Ini berita besar!” Katy mengulangi kalimat itu dengan berlebihan.
“Baiklah, guys, aku tahu apa yang ingin kalian katakan. Apakah aku juga terpesona dengannya ‘kan?” kataku berdiri.
Mereka mengangguk, menunggu.
I’m totally wonderstruck with her” gumamku mengakuinya.
Katy menggeleng kagum dan berkata “Sudah lama sekali kau tidak memakai kata-kata itu. Kata-kata Dad”
Dia mengingatkanku pada kata ‘wonderstruck’. Dad dulu sering menggunakan kata itu kepada Mom. Aku suka sekali meniru dan memakainya, satu kata yang indah dan unik. Sampai sepeninggal Mom, Dad tidak pernah mengucapkannya lagi.
“Aku masih menggunakannya, sering kutulis di blog” jawabku tak acuh, “hanya saja tidak pernah kugunakan pada seseorang” lanjutku.
“Well, itu berarti sesuatu” imbuh Jack, “jangan kaget jika tiba-tiba kau kebanjiran tawaran wawancara. Dan jangan kaget jika ada pertanyaan tentang lagu itu, Enchanted”
“Kau sudah mendengarnya?” Katy lanjut bertanya.
“Tidak. Belum.”
“Kau harus beli album itu sekarang juga! Atau jangan biar aku saja. Jika kau ketahuan membeli album itu, pembicaraan bisa tambah panjang” dia menawarkan diri sendiri.

Perasaan itu muncul lagi. Perutku bergejolak cukup keras. Perasaan yang aneh. Aku tidak tahu apa namanya, tapi aku yakin ini bukan hal yang buruk. Semenjak pertemuan pertama itu, aku sering merasa seperti ini jika memikirkan atau melihat sesuatu yang berhubungan dengannya.
Tentang Gadis Jatuh Cinta-ku.
Hey, Brielle, benarkah semua ini? That you were enchanted to meet me?

***

“Mana? Mana? Cepat buka album itu!” seluruh orang dirumahku berteriak histeris saat Katy sudah sampai rumah dengan plastik bertulisakn toko musik langganan kami.
“Ini!” dia tidak kalah histerisnya dengan Jack, Matt dan Felicia.
“Cepat, lihat pesannya” Jack berseru.
“Tidakkah lebih baik dia dulu yang melihat?” Felicia memajukkan dagu kearahku.
“Oh, ya, ini” Jack menyodorkan album itu.

Say it Now, judul yang unik. Kubuka tempat plastik beningnya, lalu menarik keluar covernya sekaligus daftar lagu dan liriknya.
Ada prologue didalamnya. Aku yakin album ini dia yang mendesainnya, karena sangat Brielle. Kata-kata sambutannya, dan warnanya. Ciri khas dia.
Di kata sambutan tertulis
These songs are open letters. About a boy who made a choice to cheating on me, to someone with very beautiful eyes, to my band, to my family and Lizzie, and very special one, is for a boy who I was enchanted for.

Tanpa basa-basi, kubuka track 7, Enchanted, dan langsung mencari huruf yang dikapitalkan.
E-T-H-A...N.
Rasanya seperti baru saja sebuah kereta berkecepatan tinggi menghantamku. Benar-benar! Ini nyata tapi sangat tidak nyata!

“Bagaimana?” Jack yang mulai bertanya ketika melihatku diam terpaku melihat album itu.
“Ini… benar-benar namaku” gumamku.
“Mana? Mana?” Jack meraih album yang masih kupegang dengan cepat, membacanya, lalu berkata, “You gonna get her, dude
“Aku mau lihat” Katy merebutnya dari Jack.
“Ethan, lihat liriknya!” Katy menyodorkan album itu kepadaku lagi setelah dia membacanya.


This night is sparkling, don’t you let it go
I’m wonderstruck, blushing all the way home
I’ll spent forever, wondering if you knew
I was enchanted to meet you


Thisnight is flawless, don’t you let it go
I’m wonderstruck, dancing around all alone
I’ll spent forever, wondering if you knew
I was enchanted to meet you

   Demi Tuhan! Wonderstruck! Dia juga menggunakan kata itu! Persamaan yang menarik. Kulihat gambar yang menjadi background-nya.
Dia terlihat sangat cantik dengan gaun emas dan rambut coklat yang bersinar. Di foto itu dia seperti sedang berlari menuju istana tempat sang pangeran tertidur, dia ingin mengejar pangerannya.

Di foto itu juga tertulis;
Please don’t be in love with someone else
Please don’t have somebody waiting on you

Brielle, I was never in love with someone else
I never have somebody waiting on me
‘Cause you were all of my dreams come true
And I just wish you knew, I was so in love with you

***

Monday, July 30, 2012

Haters

Gue ngerasa cupu.

Banget.

Pasalnya gue adalah haters dari seonggok manusia yang bisa diitung pake jari, dan gue ga pernah (dan ga mau) adu bacot sama fans artis tersebut.
Gue lebih milih diam dan ga peduli tentang artis tersebut walaupun dalem hati kesel ngeliat dia masih napas. Karena menurut gue definisi 'hate' adalah ngga peduli.

Gue tipe orang yang damai, selama orang-orang cinta damai. Gue tipe orang yang ngga mungkin mulai perang kalo orang tersebut ngga ngeludahin gue. Tipe orang yang ga akan diem aja kalo disiram air keras (ya iyalah!)
Karena, well, selama masih bisa damai kenapa harus perang?
Gue kadang suka bingung ngeliat haters yang ngomongnya kasar dalam maksud ngatain artis itu.


Gue adalah haters Selena Gomez. Gue gasuka banget sama dia. Tapi yaudah.
Gue cuma ga akan senyum kalo dia dapet penghargaan, gue ga akan nengok kalo dia jalan di depan gue, gue ga akan nyari tau tentang dia. Intinya gue ga akan peduliin dia selama dia ga mengganggu hidup gue.
Apakah gue haters yang cupu?


Kedonn

Saturday, July 28, 2012

Kuda Putih


Kau meminta maaf, dengan wajah malaikat itu
Wajah yang keluar hanya saat kau membutuhkannya
Seperti aku yang berjalan mondar-mandir saat ini
Karena, jujur, aku percaya padamu

Dilihat dari hari-hari lalu,
Gadis bodoh, aku harusnya tahu
Aku harusnya sadar

Aku bukan seorang Putri, ini bukan negeri dongeng
Aku bukan orang yang akan disingkirkan dengan kakinya
Menuntunnya naik tangga

Ini bukan Hollywood, ini kota kecil
Aku hanya seorang tukang khayal, sampai kau datang dan menjatuhkanku
Sekarang terlambat untukmu dan kuda putihmu, datang padaku

Aku mungkin naif karena tersesat dalam matamu
Dan tidak pernah benar-benar punya kesempatan
Salahku, tidak tahu bagaimana cara mencintaimu
Atau cara mengangkat tangan
Aku punya banyak sekali mimpi tentang kita
Akhir-akhir yang bahagia, tapi sekarang aku sadar

Aku bukan seorang Putri, ini bukan negeri dongeng
Aku bukan orang yang akan disingkirkan dengan kakinya
Menuntunnya naik tangga

Ini bukan Hollywood, ini kota kecil
Aku hanya seorang tukang khayal, sampai kau datang dan menjatuhkanku
Sekarang terlambat untukmu dan kuda putihmu, datang padaku

Dan disanalah kau, berlutut
Meminta maaf dariku, meminta diriku kembali
Seperti yang selalu aku inginkan, tapi aku minta maaf

Karena aku bukan Tuan Putri-mu, ini bukan negeri dongeng
Aku akan menemukan seseorang, suatu hari, yang akan memperlakukanku dengan baik
Ini dunia yang besar, dulu kita tinggal di kota kecil
Pantulan dari kaca yang dulu sekarang sudah hilang

Dan sudah terlambat untukmu dan kuda putihmu,
Sekarang sangat terlambat untukmu dan kuda putihmu, menangkapku

Mencoba menangkapku
Sekarang sudah sangat terlambat, untuk menangkapku

~Taylor Swift - White Horse




Translated by Kedonn

Burung dan Cacing


Jika kau burungnya, setiap kali kita berpura-pura 'saat ini adalah musim panas'
Lalu akulah si cacing, aku tahu, bagian itu tampak seperti antiklimaks
Tapi adil adalah adil
Jika sekmenku dipotong, aku akan berteriak
Dan kau akan disana.

Tutup matamu (Tutup mataku)
Buka bahumu
Dan rasakan cahayanya (Rasakan cahayanya)
Aku ketagihan dengan cahaya, jadi sinari lagi
Dan buat garis (Oh, aku akan mencoba)
Adakan pesta dan sapa teman-teman bawah airku (Tergantung)
Ketika mereka sampai (Jika mereka sampai)

Kau dan aku meninggalkan masalah jauh dibelakang (Masalah jauh dibelakang)
Tapi aku masih punya satu permintaan
Untuk semua teman-temanku yang hidup di bawah samudera
Denagn teman-teman seperti ini, siapa yang butuh musuh?

Jika aku pacarmu, ayo ambil jalan pintas yang kita ingat
Dan kita akan menikmati, saat-saat memetik apel di akhir September
Seperti yang kita lakukan bertahun-tahun
Lalu kita akan berjalan di ladang jagung,
Dan aku akan menciummu, diantara telingamu

Jika kau pacarku,
Menggandengku dengan perasaan,
Dan saat kita berputar-putar,
Bintang yang bisa bersinar dalam gelap dikamarmu akan bersinar untuk kita
Seperti cara Cinta menyapu ruangan ini
Membuat kita berdua sering merona (Kau membuatku merona)


Kau dan aku meninggalkan masalah jauh dibelakang (Masalah jauh dibelakang)
Tapi aku masih punya satu permintaan
Untuk semua teman-temanku yang hidup di bawah samudera
Denagn teman-teman seperti ini, siapa yang butuh orang lain?



Kau Si Burung dan aku Si Cacing
Dan jelas kita diciptakan satu sama lain
Diciptakan satu sama lain


Jika kau  Si Burung
Jika kau Si Burung
Lalu aku Si Cacing
Kita diciptakan satu sama lain

~Owl City - The Bird and The Worm

Translated by Kedonn

Wednesday, July 25, 2012

Jika Hatiku Sebuah Rumah

Kau adalah langit kutembus
Dan aku ingat setiap pemandangan
Saat aku bersamamu

Matahari tergantung pada satu senar
Melihat kebawah bumi, seperti caranya menyinari dunia
Menggigil menusuk tulang rusukku
Jari-jari kita menjadi satu
Dan desahan nafasmu berharmonisasi dengan nafasku

Tidak salah lagi,
Aku masih bisa merasakan detak jantungmu memacu cepat
Saat kau berdansa denganku

Kita tumbuh dewasa dan harusnya aku tahu (Apa kau merasa hidup?)
Kalau aku merasa kedinginan saat berjalan sendiri (Tapi kau akan menyelamatkan)
Dan mungkin lubang kecemasan ini harusnya,
Pergi jauh, pergi jauh

Lindungi aku dan jarumpun bergerak dengan anggun
Maju mundur
Jika hatiku sebuah kompas, kau akan jadi Utara
Ambil resiko, karena aku akan menangkapmu jika kau jatuh
Kemanapun kau pergi,
Jika hatiku sebuah rumah, kau akan pulang

Kata-katamu buatku tersenyum, karena kau mengatakan itu yang terbaik
Aku benar-benar akan merasa diberkati, jika matahri terbit dari Barat
Parfum bunga, semua pakaianku beraroma sepertimu
Karena warna kesukaanmu biru tua

Aku berjalan pelan saat sendirian (Apa kau merasa hidup?)
Ya, tapi terus terang aku masih merasa sepi (Tapi kau akan menyelamatkan)
Dan mungkin lubang kecemasan ini harusnya,
Pergi jauh, pergi jauh


Lindungi aku dan jarumpun bergerak dengan anggun
Maju mundur
Jika hatiku sebuah kompas, kau akan jadi Utara
Ambil resiko, karena aku akan menangkapmu jika kau jatuh
Kemanapun kau pergi,
Jika hatiku sebuah rumah, kau akan pulang

Jika hatiku sebuah rumah, kau akan pulang

~Owl City - If My Heart was A House

Translated by Kedonn

Saturday, July 21, 2012

Random Picture

Gue nemu banyak (banget) foto-foto random yang menurut gue unyuh. So, hope you like these!







Lucu nih!

For Adam, listen up;
"This girl is flawless, don't you let it go
You're wonderstruck, dancing 'YES' all alone"
















Cupu cupu gimana gitu, Bang... Tetep keceh kok!





Dingin yah, Bang? Sini sama aku aja... #ehh #modus







Meeee!!!!!!

You are.
















Berasa Trio Macan.

Akhirnya, Patrick bisa pinter.

Absolutely, dude.





Random banget kan?

Unyu maksimal

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket