“Bree, Ethan sedang di wawancara di
sebuah radio sekarang!” Lizzie berteriak lantang dengan gaya berlebihan.
“Benarkah?”
“Benar!
Kau harus mendengarkannya! Pasti interviewer tidak mau ketinggalan menanyakan
tentang itu. Dia ada di Magnum Access”
“Ok”
Kunyalakan
handphone dan memasang radio disana, mencari saluran tempat dia sedang di
interview. Dan ternyata aku sudah ketinggalan. Wawancara sudah dimulai, mereka
sedang melakukan game pick one ternyata.
Dan
percakapan mereka berlanjut tentang rencana album barunya, alasan kenapa nama
proyeknya Twilight, dan hal-hal bisnis lainnya. Aku tidak mendengarkan
ceritanya, aku sudah tahu semua itu. Tapi aku mendengarkan caranya bercerita,
suara tawanya, selembut beludru.
Jantungku berpacu cepat saat mendengar
pewawancara bertanya
“Brielle?”
Dengan
polos Ethan menjawab “Apa?”
“Kau
tahu apa yang aku bicarakan” si pewawancara dengan pintarnya menggoda.
Hening
beberapa saat.
“Aku
tidak akan memaksa jika kau tidak mau bercerita, tapi aku dengar lagunya,
Enchanted, lagu yang baru beberapa jam lalu dirilis secara resmi langsung
menduduki urutan pertama Billboard, adalah tentangmu. Benarkah?”
“Ya, aku pikir itu tentangku”
“Maukah kau bercerita awal ceritanya?”
“Dia dan aku bertemu di salah satu
konserku di LA, saat itu dia sedang berada disana untuk syuting film Vanilla
Sun. Dia benar-benar gadis yang luar biasa”
“I
see it, dan kalau tidak salah her
wonderful fragrance, Wonderstruck, juga terinspirasi darimu. Karena dilagu
itu kita semua tahu ada kata wonderstruck
disana”
“Aku rasa tidak, parfum itu rilis
sebelum dia bertemu denganku. Tapi, jujur, aku adalah salah satu pengguna kata wonderstruck”
“Jadi itu adalah kesamaan antara
kalian?”
“Kurasa begitu, kesamaan yang sangat
unik”
“Kesamaan yang sangat unik” si pewawancara
menyetujui.
Hening.
“Apakah mungkin dia akan menjadi
kekasihmu?”
“Apa?” Ethan menjawab lalu terkekeh,
“Entahlah, maksudku, yah aku tidak tahu”
“Itu artinya ‘Iya’ kan?”
“Aku juga tidak yakin akan hal itu,
maksudku, saat ini dia adalah salah satu orang yang aku percaya. Salah satu
orang yang aku yakin bisa menjadi bagian hidupku yang baik, teman. Tapi jika
akan mengarah kesana, aku tidak tahu”
“Apa kau punya pacar?”
“Tidak”
“Kalau begitu, kemungkinannya semakin
besar”
“Semoga saja” jawabnya menggantung.
“Baiklah, kita selesai dengan Ethan Dawson a.k.a Twilight atau bisa dibilang dirinya sendiri. Goodbye everyone”
Hanya
itu? Tidak adakah balasan darinya? Balasan atas pernyataan terang-teranganku
padanya bahwa aku terpesona padanya? Tidak adakah kisah lanjutannya?
“And so
Cinderella was enchanted to meet The Prince
At the first
sight
She thought that
he is The One
But he doesn’t
even look back to her
He just turns to
his white horse
And go back to
the castle”
-Kedonn
***
Kubuka mataku,
ini hari baru. Hari berpura-pura lainnya. Tidak ada jadwal baru yang akan
kulakukan hari ini. Hanya kepura-puraan seperti biasanya.
Setelah mandi, aku langsung berangkat ke
lokasi syuting. Aku menyapa Gale, tapi dia tidak menjawabnya, hanya tersenyum singkat
dan berlalu. Kunaikkan alisku.
“Gale?” aku
memanggilnya, ragu. Dia menoleh.
“Kau tidak
apa-apa?”
Dia menggeleng,
sekelebat tatapan ragu dimatanya muncul, tapi langsung lenyap begitu dia
berkata dengan mantap, “Aku ingin bicara denganmu”
“OK, then…” aku
menunggunya bicara.
Dia menarikku menjauh dari beberapa kru yang
kupingnya tiba-tiba memanjang. Dia membawaku kedalam trailer-nya. Hanya kami
berdua disana.
“Apakah aku
benar-benar ‘your elder brother’?
“Apa?” tanyaku
bingung.
“Apakah kau
benar-benar hanya menganggapku ‘kakakmu’?”
Dia menatapku
sangat dalam, seolah mencari sesuatu. Apa Gale? Apa yang kau cari?
“Ya” jawabku
singkat.
Dia tertawa,
sungguh tawa yang ironis.
“Begitu?”
Dia tiba-tiba
menatap mataku lagi.
“Tidak adakah
rasa yang lebih padaku? Sedikitpun?”
Aku tidak
mengerti kata-katanya, jadi aku hanya terdiam.
“Jawab aku,
Brielle!” aku hampir jatuh tersentak karena seruannya.
Dia mencengkeram
bahuku keras.
“Aku mohon,
Brielle. Jawab aku” kali ini nada bicaranya lelah, putus asa. Lalu, lagi-lagi,
dia menatap mataku.
“Aku
mencintaimu” kata-kata dari mulutnya itu terdengar ragu, tapi mantap secara
bersamaan. Aku membekap mulutku karena kaget.
“Aku…”
tidak ada suara yang bisa kukeluarkan.
“Aku
serius, Brielle”
“Aku…
bingung” bisikku “dan ragu”
“Kau
pikir aku mencintaimu karena kekayaanmu? Karena kecantikanmu? Karena
kehebatanmu? Tidak! Aku jatuh cinta padamu karena caramu. Caramu mengatakan
betapa bodohnya aku jika aku melakukan kesalahan, caramu mengingatkanku untuk
makan setiap hari, caramu tertawa karena gurauanku. Aku jatuh cinta karena
caramu!” jelasnya. Setetes air mata turun kepipiku. Aku tidak tahu apa yang
harus kulakukan.
“Dan
karena itu, maukah kau, Brielle Allison Young, menemaniku melewati hari-hariku
dengan menjadi kekasihku?”
Kali
ini aku tidak bisa berkata-kata, aku jatuh ke pelukannya. Pelukan Gale. Aku
tidak tahu apa yang harus kulakukan. Bisakah aku menerimanya sementara hatiku
dimiliki orang lain? Orang yang bahkan tidak peduli dengan rasaku padanya?
“Brielle,
I was enchanted to meet you. Maukah kau jadi pacarku?”
Dengan
ragu, aku memeluknya, makin erat. Tapi dia menggeram karena sedari tadi aku
belum memberikan jawaban apa-apa.
“Aku
berjanji, aku akan menjagamu, membuatmu tersenyum, membahagiakanmu. Dan aku
akan siap menyanyikan semua lagu yang kau nyanyikan untukku kelak. Aku akan
membalasnya dengan segenap hatiku”
Kali
ini aku mengangguk, anggukan spontan yang tiba-tiba diperintahkan otakku. Aku
tidak bisa mundur lagi sekarang. Dan sentuhan lembut dibibirku menegaskan
segalanya.
“Terima
kasih, Brielle” jawabnya, tersenyum dengan sinar menyilaukan. Aku sangat
menyayangi Gale, aku tidak tega mematikan sinar bahagia diwajahnya. Dia
memberiku segalanya. Dan itulah yang aku butuhkan. Dia memelukku dengan lembut,
seakan takut aku akan tiba-tiba pecah atau menghilang dari hadapannya.
Ini lebih baik, sangat lebih baik,
daripada menunggu orang diluar sana yang tidak peduli pada perasaanku padanya.
Ya, resmi, aku berpacaran dengan Gale
Martin.
***
I'm still alive!!!! Yeah, gue minta maaf karena ngga update disini. Dan gue juga banyak tugas (derita pelajar) :'(. Oh ya, makasih buat Mba 3us, cerita gue dibilang bagus loh!!!! Haha, thank you :*
~Kedonn





No comments:
Post a Comment