Feeling
Ethan’s POV
Apa aku tidak salah dengar? Aku rasa tidak, karena suara panggilan Matt tadi saja aku bisa mendengarnya. Katy –kakakku sekaligus personel band pengiring, dan Jack yang sedang menonton bersamaku juga menganga begitu lebar. Itu artinya bukan hanya aku saja yang mengalami masalah dengan pendengaran.
Aku masih terdiam, melirik kearah Katy, seluruh keluargaku pun pasti menonton yang barusan, karena aku meminta mereka agar menontonnya. Melihat Gadis Jatuh Cinta-ku.
Aku sudah merasa Brielle adalah Gadis Jatuh Cinta-ku sejak pertama kali bertemu. Dia begitu bersinar dan membuat jalan yang dia lewati ikut bersinar.
Sedikit aneh memang, konsep Gadis Jatuh Cinta-ku sangat kekanakkan. Aku mendapatkan konsep ini dari seorang paman di kedai kopi yang telah menolongku waktu aku berumur 13 tahun. Dia telah menolongku saat aku tidak sengaja menumpahkan segelas kopi ke kemeja seorang kakek yang pemarah. Dia membayariku biaya untuk membersihkan kemeja kakek itu dan membelikanku kopi baru. Sungguh seseorang yang murah hati.
Setelah itu dia mengajakku berjalan, dan sebagai tanda terima kasih, aku membimbingnya berkeliling. Katanya dia sedang berlibur di kampung halamanku Owatonna, Minnesota. Dia sedang berlibur bersama istrinya dan putri semata wayangnya. Dia menceritakan banyak hal, termasuk tentang konsep itu dan bagaimana caranya menemukan Gadis Jatuh Cintanya sendiri. Cerita yang mengharukan.
“Ethan… itu tadi?” Katy mulai memecah keheningan.
“Aku tahu” gumamku masih menganga lebar.
“Katy, aku kira dia berbohong soal kencan dengan Brielle Young” gumam Jack. Jika aku tidak dalam keadaan sekaget ini, aku pasti sudah mendengus.
“Menurutmu? Ini berita besar! Brielle Young mengakui keberadaan Ethan! Untuk pertama kalinya, penyanyi sebesar Brielle mengatakan totally have a crush on someone. Di tv! Ini berita besar!” Katy mengulangi kalimat itu dengan berlebihan.
“Baiklah, guys, aku tahu apa yang ingin kalian katakan. Apakah aku juga terpesona dengannya ‘kan?” kataku berdiri.
Mereka mengangguk, menunggu.
“I’m totally wonderstruck with her” gumamku mengakuinya.
Katy menggeleng kagum dan berkata “Sudah lama sekali kau tidak memakai kata-kata itu. Kata-kata Dad”
Dia mengingatkanku pada kata ‘wonderstruck’. Dad dulu sering menggunakan kata itu kepada Mom. Aku suka sekali meniru dan memakainya, satu kata yang indah dan unik. Sampai sepeninggal Mom, Dad tidak pernah mengucapkannya lagi.
“Aku masih menggunakannya, sering kutulis di blog” jawabku tak acuh, “hanya saja tidak pernah kugunakan pada seseorang” lanjutku.
“Well, itu berarti sesuatu” imbuh Jack, “jangan kaget jika tiba-tiba kau kebanjiran tawaran wawancara. Dan jangan kaget jika ada pertanyaan tentang lagu itu, Enchanted”
“Kau sudah mendengarnya?” Katy lanjut bertanya.
“Tidak. Belum.”
“Kau harus beli album itu sekarang juga! Atau jangan biar aku saja. Jika kau ketahuan membeli album itu, pembicaraan bisa tambah panjang” dia menawarkan diri sendiri.
Perasaan itu muncul lagi. Perutku bergejolak cukup keras. Perasaan yang aneh. Aku tidak tahu apa namanya, tapi aku yakin ini bukan hal yang buruk. Semenjak pertemuan pertama itu, aku sering merasa seperti ini jika memikirkan atau melihat sesuatu yang berhubungan dengannya.
Tentang Gadis Jatuh Cinta-ku.
Hey, Brielle, benarkah semua ini? That you were enchanted to meet me?
***
“Mana? Mana? Cepat buka album itu!” seluruh orang dirumahku berteriak histeris saat Katy sudah sampai rumah dengan plastik bertulisakn toko musik langganan kami.
“Ini!” dia tidak kalah histerisnya dengan Jack, Matt dan Felicia.
“Cepat, lihat pesannya” Jack berseru.
“Tidakkah lebih baik dia dulu yang melihat?” Felicia memajukkan dagu kearahku.
“Oh, ya, ini” Jack menyodorkan album itu.
Say it Now, judul yang unik. Kubuka tempat plastik beningnya, lalu menarik keluar covernya sekaligus daftar lagu dan liriknya.
Ada prologue didalamnya. Aku yakin album ini dia yang mendesainnya, karena sangat Brielle. Kata-kata sambutannya, dan warnanya. Ciri khas dia.
Di kata sambutan tertulis
“These songs are open letters. About a boy who made a choice to cheating on me, to someone with very beautiful eyes, to my band, to my family and Lizzie, and very special one, is for a boy who I was enchanted for.”
Tanpa basa-basi, kubuka track 7, Enchanted, dan langsung mencari huruf yang dikapitalkan.
E-T-H-A...N.
Rasanya seperti baru saja sebuah kereta berkecepatan tinggi menghantamku. Benar-benar! Ini nyata tapi sangat tidak nyata!
“Bagaimana?” Jack yang mulai bertanya ketika melihatku diam terpaku melihat album itu.
“Ini… benar-benar namaku” gumamku.
“Mana? Mana?” Jack meraih album yang masih kupegang dengan cepat, membacanya, lalu berkata, “You gonna get her, dude”
“Aku mau lihat” Katy merebutnya dari Jack.
“Ethan, lihat liriknya!” Katy menyodorkan album itu kepadaku lagi setelah dia membacanya.
This night is sparkling, don’t you let it go
I’m wonderstruck, blushing all the way home
I’ll spent forever, wondering if you knew
I was enchanted to meet you
Thisnight is flawless, don’t you let it go
I’m wonderstruck, dancing around all alone
I’ll spent forever, wondering if you knew
I was enchanted to meet you
Demi Tuhan! Wonderstruck! Dia juga menggunakan kata itu! Persamaan yang menarik. Kulihat gambar yang menjadi background-nya.
Dia terlihat sangat cantik dengan gaun emas dan rambut coklat yang bersinar. Di foto itu dia seperti sedang berlari menuju istana tempat sang pangeran tertidur, dia ingin mengejar pangerannya.
Di foto itu juga tertulis;
Please don’t be in love with someone else
Please don’t have somebody waiting on you
Brielle, I was never in love with someone else
I never have somebody waiting on me
‘Cause you were all of my dreams come true
And I just wish you knew, I was so in love with you
***





No comments:
Post a Comment