Behind The Song
“Hi, Brielle” sapa Emma saat aku baru duduk di bangku tamu acaranya.
“Hi” sapaku riang sambil melambaikan tangan kearah penonton.
“Kau datang lagi kesini. Terima kasih banyak.”
“Yah, enam kali aku duduk di kursi panas ini” gurauku, penonton tertawa garing.
“Jadi, album ketigamu ini berjudul, ‘Say it Now’, bisa kau ceritakan alasannya?”
“Well, karena dibalik lagu Say it Now, ada pesan tertentu agar semua orang yang mendengarnya tidak menahan apa yang ingin mereka lakukan. Apa yang ingin mereka katakan. Maksudku, jika kau tahu kau berada di tempat dan waktu yang tepat, kenapa kau tidak mengatakannya? Jadi didalam album ini berisi cerita-cerita pribadiku –seperti biasanya,” penonton tertawa, “Semua lagu didalamnya adalah perasaanku tentang apa yang ingin aku katakan, tapi tidak terkatakan. Itulah kesalahannya.”
Emma mengangguk, “Aku mengerti, jadi kita akan membahas satu persatu lagunya”
Aku terkesiap, sengaja kulakukan agar Lizzie melihatnya. Ini tidak ada di perjanjian. Penonton malah tertawa melihat tingkahku.
“Baiklah, lagu pertama, You’re Mine. Pesannya Bobby”
Aku menggigit bibir bawahku, habislah.
“Wow, kau cepat sekali mendapat artinya” pujiku sarkastik.
“Dan lagu kedua, MSG”
Aku menggigit bibirku lebih keras. Dan sampailah giliran itu. Oh Tuhan, siapkah aku?
“Enchanted, ehmm…” Emma menggumam mencari huruf yang dikapitalkan “E-T-H…A-N. Ethan? Ethan!”
Nafasku tertahan tidak bisa berbicara. Seruan dan tepuk tangan penonton membahana. Untungnya Emma menyelamatkan keadaan dengan melanjutkan ke lagu kedelapan.
“Tidak perlu kujelaskan, kalian pasti paham maksud dari albumnya kan?” Emma bertanya pada penonton.
Seruan “Iya” yang sangat keras terdengar, dan gemuruh penonton bertambah parah.
“OK, OK, calm down. Kalian ingin aku menanyakan tentang itu bukan?”
“YES!!!” penonton tambah berteriak.
Habislah aku.
“Baiklah Brielle, aku ingin bertanya tentang album itu lagi, mana lagu yang paling baru kau ciptakan?”
Reflek aku menjawab “Track 7, Enchanted”
“Aah…”
Kupandangi terus dress merah yang aku kenakan. Duduk dengan tertunduk sangat membantu bersembunyi dari dunia ini.
“Apa dia menyukainya?”
“Siapa?”
“Your boyfriend?”
“Aku tidak punya!” aku merengek kearah Emma, dia tampak senang mengerjaiku. Diantara semua talkshow yang pernah kudatangi, acara inilah yang paling kusuka. Karena aku juga berteman dekat dengan Emma. Walaupun dia sudah berumur jauh diatasku, jiwanya masih sepertiku. Masih suka melucu, dia bisa diandalkan dalam menjaga rahasia. Tapi tidak hari ini.
“Oh, baiklah. Aku juga ingin bertanya parfum baru yang kau luncurkan beberapa bulan lalu. Wonderstruck. Kenapa kau memakai nama itu?”
Aku sedikit berbohong, “Karena di laguku, Enchanted, terdapat lirik itu”, padahal jelas-jelas parfum itu tercipta lebih dulu daripada lagunya. Aku menggunakan kata itu setelah membaca blog Twilight, Ethan suka menggunakannya. Dua artikel tulisannya terdapat kata wonderstruck, dan aku pikir it’s a very pretty word and he’s the very first person I’ve ever heard using that word.
“Apa pacarmu sudah mencium aromanya dan menyukainya?”
“Aku tidak punya pacar!” jawabku cemberut.
“Sorry, sorry, hanya mencoba. Siapa tahu” katanya, penonton tertawa.
Baiklah, itu yang bisa kita dapat dari Brielle Young, semuanya. Aku akan kembali dengan Josh Kwang setelah ini. Jangan kemana-mana” katanya semangat, lalu acara berlanjut tanpaku karna aku hanya bisa hadir satu sekmen.
Setelah acara ini, selesailah semuanya. Aku tidak akan menemukan lagi Ethan-ku. Yang ada hanya Ethan Dawson, pemilik proyek Twilight. Musisi Electronica paling keren. Orang lain.
Setelah terang-terangan dengan begitu cepat, pasti akan ada kecanggungan diantara kami.
***
Haha, gimana? Maaf yah, lama. Gue lagi sibuk MOS dan segala urursan masuk sekolah baru. Oh ya, info terbaru, gue udah ga siaran lagi di OZ. I'm officially quit. Gue pengen fokus sekolah dan jadi anak sekolah yg normal. So, you can meet me in this blog.
Comment! :))
Kedonn





No comments:
Post a Comment