Keesokan harinya, bukan hal mengagetkan jika melihat foto-fotoku dan Ethan kemarin berseliweran dengan bebas di majalah, tv, internet, bahkan para kru-pun sudah mendapatkannya di handphone masing-masing.
Lizzie masuk kedalam van dengan wajah panik.
“Sweetheart, bagaimana ini? Benda ini ada dimana-mana!” serunya, sanbil menunjukkan sebuah tabloid yang memajang fotoku dan Ethan di restoran dengan tulisan yang besar-besar;
“ETHAN DAWSON DAN BRIELLE YOUNG BERPACARAN!”
“KENCAN RAHASIA?”
“AMERICAN’S NEW SWEETHEART!”
“Hmm…” gumamku dengan wajah datar.
“Sudahlah, Liz. Lebih baik kau siapkan semua kepentingan dan mulai syuting.” Lanjutku.
“Baiklah.Tapi bagaimana jika berita ini bertambah besar?”
Lizzie benar. Jika berita ini tambah besar, maka yang akan terjadi fans akan marah. Entah karna fansku yang tidak menyukai Ethan, atau sebaliknya. Mereka akan mulai mencampuri urusan pribadiku dengan membandingkan satu sama lain. Percaya atau tidak, saat awal pengumuman pemeran tokoh Vanilla Sun, Gale pernah di terror oleh seorang fans yang merasa dia tidak pantas bermain denganku. Entah bagaimana cara fans itu mendapat nomor telepon Gale, yang pasti setelah itu Gale langsung me-nonaktifkan nomor itu dan menggantinya.
Lizzie membuka tabloid itu dan membuka halaman yang menarik perhatiannya, artikel disana membuatnya kaget setengah mati sampai dia menganga lebar setelah cukup lama membacanya. Aku menoleh kearahnya dan tanpa kata-kata dia membalikkan tabloid itu padaku. Disana tertulis,
“Pasangan baru Hollywood telah muncul ke permukaan! Kali ini Brielle Young, penyanyi country multitalenta yang baru merambah dunia film itu akhirnya memberitahu kepada publik siapa kekasihnya. Uniknya, laki-laki yang disebut-sebut sebagai kekasihnya itu ternyata adalah Ethan Dawson! Musisi Electronica-Pop yang sedang naik daun. Publik masih bertanya-tanya bagaimana hubungan sebenarnya antar Brielle Young dengan Gale Martin, lawan mainnya dalam film Vanilla Sun, banyak yang sudah berasumsi kalau Brielle memutuskan hubungan dengan Gale baru-baru ini. Karena dihari ketika Brielle dan Ethan tertangkap sedang berkencan, malamnya Gale terlihat keluar dari sebuah club malam dengan wajah berantakan dan keadaan mabuk.
‘Saat itu mereka menonton konser Twilight (proyek Ethan) bersama. Awalnya tidak ada seorangpun yang menyadari kehadiran mereka, tapi di tengah konser, Ethan memanggil nama Brielle untuk berterimakasih atas
kehadirannya. Setelah itu mereka diundang secara langsung oleh Ethan ke belakang panggung. Brielle sangat menikmati saat-saat menonton konser karna dia selalu menari, menggoyangkan tangannya, bahkan ikut menyanyi.
Aku baru memperhatikannya setelah Ethan menyebut namanya, jadi tidak terlalu lama. Tapi dia sangat senang saat itu, sementara Gale tampak bosan. Dia sama sekali tidak ikut bernyanyi atau menari. Aku sangat senang melihat mereka berdua bersama. Aku pikir Ethan dan Brielle tampak sangat serasi jika bersama.’
Perkataan ini dikatakan langsung oleh penonton sekaligus penggemar Ethan.
Publik juga dibuat bertanya dengan kebenaran jika Brielle menulis lagu untuk Ethan di dalam album terbarunya. Benarkah mereka menjalin hubungan?”
“Gale?” kataku bingung.
Lizzie memberikan anggukan yang aneh lalu berkata “Pihak TIC memproklamirkan kalau kalian berdua benar-benar berpacaran” suaranya ragu, baru kali ini aku melihat Lizzie sebegini paniknya. Baru kali ini aku mendapat berita tidak enak sebesar ini. Aku dibilang mencampakkan Gale! Aku bahkan tidak berhubungan serius dengannya. Hanya sebatas teman sekaligus rekan kerja.
“Bagaimana mereka bisa berpikir aku dan Gale berpacaran? Dan kenapa mereka tidak minta persetujuan dariku? Ah, tidak, mereka sama sekali tidak mengatakan apa-apa padaku!”
“Tenang, honey, aku juga tidak tahu apa-apa soal ini. Aku baru mengetahuinya tadi pagi, dan itu bukan hal yang mengejutkan. Aku rasa ini salah satu siasat mereka untuk menaikkan pamor film ini” Lizzie menjelaskan asumsinya terhadap tindakan ini.
“Menaikkan pamor? Tapi tanpa menghargai kehidupan pribadiku? Ini kejam!” seruku marah dan tegas.
“Aku akan bicara langsung pada pihak TIC, kau hanya tinggal konsentrasi pada syutingmu. OK? Aku pergi dulu” katanya lalu berjalan keluar dari van.
Aku merebahkan tubuh diatas kasur lagi. Baru bangun saja sudah ada masalah. Ini semua sangat berat. Aku tidak mau setelah hari ini, akan ada berita buruk lainnya. Ini sangat tidak adil untukku.
Kunyalakan handphone yang sengaja aku matikan tadi malam agar tidak ada yang mengganggu waktu istirahatku. Ada satu pesan yang menunggu.
Ethan Dawson:
“Hey, Bree, kau sudah lihat berita pagi ini? Tidak mengagetkan, huh? Aku tahu akan jadi seperti ini, maaf menyusahkanmu, sweetheart. Aku sungguh minta maaf. Tahu begini aku tidak melakukan tindakan sembrono kemarin.
Dan, oh ya, bagaimana syutingmu dan album barumu? Rilis hari ini kan? Aku akan membeli dan mendengarnya. See ya.”
Tidak Ethan, semuanya tidak apa-apa. Baik-baik saja. Ini hanya berita bohong, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Tak lama, ada panggilan masuk. Ethan.
“Halo” sapa suara lembut di seberang sana.
“Hai” jawabku lirih.
“Bagaimana kabarmu?”
“Hebat” jawabku datar.
Hening.
“Aku sungguh minta maaf, jika saja aku tidak mengajakmu keluar kemarin, pasti tidak akan ada berita sepertin ini. Apalagi sampai membuat pacarmu kesal. Aku boleh bicara dengannya? Hanya untuk meluruskan kesalahpahaman ini” katanya tegas, tapi tidak bisa ditutupi ada perasaan sedih didalamnya.
“Pacar? Pacar siapa?” kataku bingung.
“Pacarmu”
“Tapi, aku tidak punya pacar”
“Apa?” serunya lantang, “Jadi kau tidak berpacaran dengan lawan mainmu itu? Eeh… Gale?” katanya agak sedikit pelan menyebut nama Gale.
“Tidak, tentu saja tidak. Aku dan Gale hanya berteman.” Suaraku cukup tegas untuk membenarkan kesalahpahaman ini.
“AHAHAHAHA!!!” tiba-tiba suara tawa Ethan menggelegar. Dia yang biasanya tertawa dengan teredam dan lembut, kali ini tertawa nyaring dan renyah, “Begitu ya? Hahaha…”
“Kau kenapa?” tanyaku bingung.
“Tidak. Aku hanya sedang bahagia. Itu artinya aku tidak ada saingan berat sekarang”
“Hah?”
“Ah, tidak, tidak.” Katanya tiba-tiba berubah, meralat kata-katanya barusan yang membuat jantungku berpacu.
“Sudah yah, aku takut mengganggumu, selamat atas album barumu. Aku akan mendengarnya. Bye.”
Hubungan diputus dengan terburu-buru dan gugup. Aneh.
Mungkin dia sedang sibuk atau apa. Entahlah, yang lebih penting sekarang, dia akan membeli album baruku. Siapkah aku jika dia membuka lagu itu? Jika dia menyadari pesan dibalik lagu itu.
Enchanted. Ethan.





No comments:
Post a Comment