Saturday, March 10, 2012

Always There part 3

Edward's POV

    "Eddie, bagaimana kencanmu?" Tanya Jasper, duduk disampingku.
    "Menyenangkan" Jawabku tersenyum.
    "Dia gadis yang baik" Imbuh Rosalie, "dan, oh, Edward... Dia sangat cantik dan manis"
    "Dia lebih daripada itu" Gumamku.
    Kedua kakak kembarku yang pirang itu langsung saling memandang satu sama lain dengan penuh arti.

    "Mom! Dad! Ada yang sedang jatuh cinta!" Teriak mereka berdua tiba-tiba. Aku membelalakan mata mendengar laporan tak terduga mereka.
    "Bisakah kalian diam?!" Seruku menjadi-jadi, berusaha menutup mulut mereka berdua.
    "Mom! Dad!" Seru mereka lagi, kali ini jauh lebih melengking.
    "Hei! Diamlah!" Teriakku makin menjadi-jadi, masih mencoba menutup mulut mereka.

    Kedua orangtua-ku muncul dari pintu
    "Rose? Jazz? Kenapa kalian berteriak-teriak begitu?"
    Rosalie menyunggingkan senyum licik ibu tiri lalu berkata "Anak Mom ini sedang jatuh cinta".
Dia menunjukku tanpa tampang bersalah, aku hanya bisa menghembuskan nafas dalam-dalam dengan wajah datar.
    "Edward?" Tanya Dad.
    "Ya" Jasper menjawab dengan memasang tampang seperti Rose.
    "Jadi, siapa gadis itu?" Mom mengalihkan pandangannya padaku, wajahnya berubah antusias.
    "Bella Swan" Rosalie yang menjawabnya.
    "Swan? Apa dia anak Kepala Polisi kita yang baru? Chief Swan?" Nada bicara Dad ikut antusias.
    "Tepat, Dad" Lanjut Rose.
    "Aah... pertemuan pertama" Gumam Mom, mengangguk-angguk kagum, "Jadi, bagaimana ceritanya?"

    Aku hanya diam mengacuhkan mereka semua.

    "Oh, ayolah, Ed! Ceritakan pada kami. Kau begitu tertutup, dan kau tidak pernah membawa teman kesini"
    "Tidak ada yang perlu diceritakan, Mom"
    "Oh, ayolah, Edward!" Desak Mom
    "Tidak, kami hanya sebatas teman"

    Mom mendengus, tahu percakapan denganku hanya akan menjadi monolok karena aku tidak akan pernah menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Lantas Mom mengalihkan pandangannya pada Rosalie dan berkata
"Bagaimana penampilannya?"
    "Dia sangat manis, Mom. Juga ramah dan baik. Dan Mom tahu apa? Barusan Edward dan dia habis berkencan"
    Mataku membelalak, ingin rasanya menyumpal mulut kakak perempuanku ini.
    "Kencan di hari pertama bertemu? Anak muda sekarang memang berani" Gumam Mom kagum, berbicara seolah dia berasal dari zaman purba.
    "Tidak, tidak, Mom. Itu tadi bukan kencan. Aku hanya mengantarnya menemui teman lamanya" Belaku.
    "Itu masuk hitungan kencan untuk Mom" Katanya semakin tidak mau kalah, "Apa ada rencana kencan lagi dalam waktu dekat?"
    "Entahlah" Jawabku setengah berharap.
    "Kau harus mengajaknya kesini lain kali" Kata Dad, tersenyum bijaksana yang saat ini seperti senyuman hakim di pengadilan.
    "Tidak mungkin, Dad. Tidak dalam waktu dekat ini" Bahkan di telingaku sendiri, suaraku terdengar sangat berharap bercampur kecewa.
    "Sudahlah, aku mau ke kamar" Sergahku cepat-cepat naik ke kamarku meninggalkan paparazzi di rumahku sebelum mereka mengorek-ngorek lebih jauh.


************************************************************************************************


Bella's POV

    Udara dingin menusuk. Kuurungkan keinginan untuk tidur dan menarik selimut. Ini hari pertamaku di Forks High School. Setidaknya tidak terlambat adalah satu dari segelintir syarat untuk awal yag baik, agar diterima dengan baik.
Kusingkapkan rambt kebelakang, berniat untuk menata rambut di hari pertamaku. Memakai sweter hijau favoritku, jeans belel dan sneakers.

   Setelah semua siap, aku segera turun kebawah.
   "Pagi, Mom, Dad" sapaku pada Charlie dan Renee, kedua orangtuaku.
   "Pagi, sayang" sapa mereka balik.
   "Sudah siap kesekolah? Kudengar Aice juga sekolah disana" kata Mom girang. Alice memang sangat dekat dengan keluargaku. Dulu dia sering berkunjung kesini.
   "Ya Mom"
   "Kalau begitu dia bisa sering main kesini lagi 'kan?"
   "Pasti Mom, dia pasti akan sering berkunjung sampai Mom bosan melihatnya"
Mom hanya terkekeh mendengar gurauanku yang sebenarnya tidak lucu.
   "Yakin tidak mau diantar, Bells?" kali ini Dad yang bicara.
   "Yakin Dad," aku mencoba meyakinkannya "Dad tidak perlu khawatir, Alice akan menjemputku"
   "Baiklah, tapi jika ada anak yang mengganggumu..." Dad tidak menyelesaikan kata-katanya sendiri.
   "Tenanglah, Dad. Aku akan baik-baik saja. Lagipula semua teman-temanku yang dulu masih sama, masih ada Angela, Jessica, Mike, Eric dan yang lainnya"
   "Apa kau sudah bertemu dengan Jacob, Bells?" tanya Mom, mengubah topik.
   "Sudah. Mom dan Dad harus melihatnya nanti, dia banyak berubah" kataku, kembali mengingat-ingat Jacob kemarin. Secara fisik dia berubah drastis, kulitnya makin coklat kemerahan, rambutnya sudah dipangkas pendek dan dia sangat besar.
Tapi dia masih sama, masih tetap Jacob yang dulu. Jacob-ku. Matahari pribadi-ku, yang menghangatkan seperti dulu.

   Terdengar pintu diketuk, yang kuyakini Alice. Buru-buru kuhabiskan cereal dan meletakkan piringnya di dapur.
   "Mom, Dad, aku berangkat" kukecup pipi mereka berdua lalu berlari ke pintu depan.
   "Hati-hati" seru Mom, sedetik terlambat.

   Buru-buru kubuka pintu dengan semangat, membayangkan Alice berdiri didepannya dihiasi senyuman sumringah. Betapa terkejutnya aku saat mendapati dialah yang sedang menungguku.
   "Hai" sapanya lembut, senyuman Edward membutakan.
   "Hai?" baiklah, itu bukan sapaan.
   Dia tersenyum mengerti kebingunganku, "Hari ini Alice berangkat bersama Jasper. Dia memintaku mengantarmu... itu kalau kau tidak keberatan"
   Kugigit bibir sebentar, "Tentu, tidak masalah"
   "Ayo kita berangkat"

   Seperti biasanya, jika bertemu teman lama, akan terjadi salam-salaman temu kangen. Jessica dkk bertemu denganku di tempat parkir, Tyler Crowley di lobi menuju ruang Tata Usaha, dan Eric di ruang Tata Usaha.
Hebat.

   "Permisi, Mrs.Mallete. Teman saya ingin mengambil jadwal pelajarannya" kata Edward pada seorang wanita paruh baya yang sedang berdiri dibalik konter.
   "Oh, tentu, Mr.Cullen" jawab wanita itu sopan "Dan kau pasti Isabella Swan 'kan?"
   "Ya, Ma'am"
   "Selamat datang di Forks High School, Ms.Swan" gumamnya sambil mencari sesuat di laci mejanya "Forks sudah menunggumu" lanjutnya lalu memberiku daftar pelajaran dan absensi guru.
Aku tersenyum kaku mendengarnya, menurutku itu sangat berlebihan. Apa lagi selanjutnya? Akan ada pesta kembang api dan tarian Selamat Datang? Aku bergidik sendiri membayangkannya.

   Setelah pelajaran pertama lewat dengan sukses, kali ini adalah pelajaran favoritku, Biologi.
Mr.Varner sudah ada di mejanya begitu aku masuk. Seperti tadi, aku memberikan kartu absenku. Mr.Varner menuntunku menuju satu-satunya kursi kosong yang ada di kelas. Aku duduk dengan seorang cowok yang sepertinya pernah kulihat di suatu tempat.
Saat aku duduk dia menatapku, sepertinya dia juga merasakan hal yang sama.
   "Apa kau Bella?" tanyanya memastikan.
   "Ya. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanyaku balik masih bingun.
   Lalu dia tersenyum girang "Aku Zack, Bells"
   "Zack?"
   "Sparrow?" katanya lagi, mengedipkan satu mata dan melipat bajunya sampai sesiku.
Aku terkesiap senang. Aku mengenalnya.
Aku tahu dia...

No comments:

Post a Comment

Unyu maksimal

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket