Friday, February 24, 2012

My Love part 2

KPOV

Hari ini adalah hari pertama sekolah setelah liburan kenaikan kelas yang cukup lama. Bagiku sekolah adalah tempat penyiksaan, bukan hanya karna Emilie dan teman-temannya yang selalu menjaili ku, tapi juga karna ditempat inilah Edward pergi untuk selamanya. Setiap inci dari sekolah ini memiliki kenangan berarti bersama Edward.


"Krissy.!!!!" sapa Taylor. Dia adalah Taylor Swift, sahabatku selain Edward. Biasanya kamibbertiga selalu bersama
"Taylor!!" sapaku balik setengah berteriak.
"Bagaimana liburanmu?? Kau tahu, aku sangaaat merindukanmu. Kau bahkan tidak meneleponku, aku hampir mati kebosanan di Nashville" cerocosnya.
"Liburanku sangat menyenangkan, dan kau tahu apa.. Aku menonton konser Paramore..!!"
"Apa..?? Paramore?? Aaahhh..Tau begitu aku tidak pergi ke Nashville"
"Siapa suruh kau meninggalkanku sendirian disini" ujarku

"Hari ini pelajaran pertama kita apa?" tanya Taylor
"Kau tidak mengambil jadwal pelajaranmu lagi ya??" ujarku, aku merasa aneh dengan sikap Taylor yang selalu menolak jika harus masuk ke ruang Tata Usaha.
"Tidak" jawabnya singkat "Lagipula aku kan mengambil semua pelajaran yang sama denganmu, jadi untuk apa aku susah-susah ke ruang Tata Usaha lagi" sambungnya
"Hari ini pelajaran kita Biologi dan Matematika di gedung 9"
"Baiklah, ayo kita kesana" Taylor lalu menarik tanganku menuju ruang 9


Saat kami masuk, Mr.Banner belum datang, anak yang duduk di bangku pilihannya pun masih sedikit.
Wajar saja, karena aku dan Taylor selalu datang pagi-pagi. Kami memilih bangku barisan ke3 dari pintu. Dibelakang dan di depan kami masih kosong.

Selama menunggu Mr.Banner, kami mengobrol tentang liburan kami. Biarpun kebanyakan tentang liburanku dan konser itu. Dan membuatku ingat lagi pada wajah cowok tempo hari duplikat Edward.  Aku tidak berani menceritakannya pada siapapun, terutama Taylor. Dia adalah sahabat yang sangat baik, aku tidak mau membuatnya khawatir lagi seperti dulu.
Akhirnya, Taylor mulai bercerita tentang liburannya, tapi aku tidak menyimak ceritanya, aku terus melamunkan wajah cowok itu.
Sampai Taylor membuyarkan lamunanku.

"Kris!! Kris!! Mr.Banner sudah datang" bisiknya
Aku langsung tersentak kaget, Mr.Banner reflek melihat kearahku denagn pandangan penuh arti, yang berarti
'Kau baru 1 hari masuk di kelasku berani2nya melamun. jangan main-main'
Itulah yang aku mengerti.

Mr.Banner mulai mengabsen dan memperkenalkan dirinya, setelah itu dia berkata.
"Sebelum kita memulai pelajaran, aku akan memperkenalkan 2 anak baru pindahan dari Vancouver. Silahkan kalian berdua masuk.."
Lalu pintu terbuka, dan seorang pemuda berkulit coklat masuk dengan senyum yang mengembang
"Hi, aku Taylor Lautner" katanya sambil berjalan ke depan kelas.
Lalu pintu terbuka lagi, aku hampir berteriak saat melihat siapa yang masuk.
Cowok tempo hari di tempat konser masuk sambil menyunggingkan senyum miring.
"Hi, aku Robert Pattinson" katanya
Anak-anak di kelas melongo melihat wajahnya. Taylor sahabatku langsung mendesah dan berdiri dari bangkunya
"Edward??" katanya. Anak-anak di kelas pun reflek melihat kearahku yang masih terbengong melihat cowok itu.
"Mr.Banner, anda harus menjelaskan bagaimana bisa dua orang yang tidak punya hubungan darah bisa sangat mirip"
sambung Taylor tanpa mengalihkan pandangannya dari Robert.

"Kris.." bisik Taylor "Itu.."
"Aku tahu" jawabku singkat

Usai memperkenalkan diri mereka berdua duduk dibelakangku dan Taylor. Mr.Banner langsung membagikan kertas untuk mengisi data kelas
"Hi, aku Taylor Swift dan ini Kristen Stewart" seru Taylor memulai pembicaraan kepada si anak baru.
"Halo, wah nama kita sama. Boleh aku memanggilmu dengan sebutan lain?" kata Taylor Lautner.
"Boleh, tapi apa?"
"Bagaimana kalau Swifty?" jawab Lautner
"Bagus juga" jawab Tay bersemangat, berani bertaruh pasti Taylor tertarik dengan Lautner
Aku hanya menoleh dan tersenyum kepada mereka berdua, aku takut Robert sadar kita berdua pernah bertemu di tempat konser. Pasti aku akan kena semprot dari Taylor karna tidak menceritakan hal ini padanya
"Hei, kau.." Robert memperhatikan wajahku "Kau gadis yang waktu itu menabrakku di tempat konser kan?"

'Sial' batinku
"Kau ingat padaku tidak? Aku yakin kita pernah bertemu di konser Paramore'' sambungnya lagi
Taylor langsung menoleh kearahku dan menunjukkan pandangan skeptis.


Bel istirahat berbunyi, dan sialnya lagi Taylor menerima ajakan Lautner untuk ke kafetaria, aku dan Robert juga ikut kesana. Saat sedang mengantri makanan aku hanya mengobrol dengan Taylor dan Lautner. Aku takut jika aku dekat dengan Robert, hal yang dulu terulang lagi.
Saat sedang makan pun aku hanya menjawab pertanyaannya singkat dan membalas senyumnya jika merasa perlu, tapi entah kenapa Robert malah makin banyak bertanya.

"Ngomong-ngomong Kristen, boleh aku memanggilmu dengan 'Kris' saja?" Robert bertanya dengan senyum miringnya.
"Tentu saja boleh, Rob. Dan Kristen juga boleh memanggilmu 'Rob' kan?" sosor Taylor tanpa mempedulikan wajahku yang berubah merah.
"Baiklah" jawab Robert singkat.
"Habis ini kalian berdua kelas apa?" tanya Taylor kepada mereka berdua
"Trigonometry" jawab Lautner
"Wah, kelasnya sama. Kalau begitu kita langsung kesana setelah makan yah.. Dan kalau kalian kesusahan mengerjakan soal Trigonometry, kalian bisa tanya pada Kristen. Dia gadis yang baik dan pintar, loh" cerocos Taylor
"Kau bisa bertanya pada Kris, Rob"

Weekss.. Apa..?? Ada apa dengan Taylor?? Apa sih yang dia bicarakan, apa dia tidak mengerti kalau aku tidak mau terlalu dekat dengan Robert?? Apa sih yang dia rencanakan??


***

No comments:

Post a Comment

Unyu maksimal

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket